Senin, 09 Maret 2015

Pengertian Keluarga

Kali ini saya akan coba menjabarkan perihal pengertian keluarga versi ahli dan versi syariat islam :
Pengertian Keluarga menurut pandangan ahli
Keluarga adalah rumah tangga yang memiliki hubungan darah atau perkawinan atau menyediakan terselenggaranya fungsi-fungsi instrumental mendasar dan fungsi-fungsi ekspresif keluarga bagi para anggotanya yang berada dalam suatu jaringan. Fitzpatrick (2004), memberikan pengertian keluarga dengan cara meninjaunya berdasarkan tiga sudut pandang yang berbeda, yaitu pengertian keluarga secara struktural, pengertian keluarga secara fungsional, dan pengertian keluarga secara intersaksional. Berikut ini masing-masing penjelasannya:
Pengertian Keluarga Pengertian Keluarga secara Struktural: Keluarga didefenisikan berdasarkan kehadiran atau ketidakhadiran anggota keluarga, seperti orang tua, anak, dan kerabat lainnya. Defenisi ini memfokuskan pada siapa yang menjadi bagian dari keluarga. Dari perspektif ini dapat muncul pengertian tentang keluarga sebaga asal-usul (families of origin), keluarga sebagai wahana melahirkan keturunan (families of procreation), dan keluarga batih (extended family). Pengertian Keluarga secara Fungsional: Keluarga didefenisikan dengan penekanan pada terpenuhinya tugas-tugas dan fungsi-fungsi psikososial. Fungsi-fungsi tersebut mencakup perawatan, sosialisasi pada anak, dukungan emosi dan materi, dan pemenuhan peran-peran tertentu. Defenisi ini memfokuskan pada tugas-tugas yang dilakukan oleh keluarga. Pengertian Keluarga secara Transaksional: Keluarga didefenisikan sebagai kelompok yang mengembangkan keintiman melalui perilaku-perilaku yang memunculkan rasa identitas sebagai keluarga (family identity), berupa ikatan emosi, pengalaman historis, maupun cita-cita masa depan. Defenisi ini memfokuskan pada bagaimana keluarga melaksanakan fungsinya. Sekian uraian tentang Pengertian Keluarga. Silahkan lihat Pengertian lainnya disini, semoga bermanfaat. Referensi: Lestari, Sri. 2012. Psikologi Keluarga: Penanaman Nilai dan Penanganan Konflik dalam Keluarga. Jakarta: Prenada Media Group (dalam http://www.pengertianahli.com/2013/11/pengertian-keluarga.html#_).
Pengertian Keluarga dalam pandangan syariat Islam
penulis Ummu Ishaq Zulfa Husein Al Atsariyyah Sakinah Mengayuh Biduk 29 - April - 2003 01:21:26 Syaithan begitu berambisi dlm merusak sebuah keluarga. Berbagai upaya ditempuh utk mencapai ambisi itu. Ini disebabkan keluarga merupakan pondasi bagi terbentuk masyarakat muslim yg berkualitas. Setiap manusia tentu mendambakan keamanan dan mereka berlomba-lomba utk mewujudkan dgn tiap jalan dan cara yg memungkinkan. Rasa aman ini lbh mereka butuhkan di atas kebutuhan makanan. Karena itu Islam memperhatikan hal ini dgn cara membina manusia sebagai bagian dari masyarakat di atas akidah yg lurus disertai akhlak yg mulia. Bersamaan dgn itu pembinaan individu-individu manusia tdk mungkin dapat terlaksana dgn baik tanpa ada wadah dan lingkungan yg baik. Dari sudut inilah kita dapat melihat nilai sebuah keluarga Keluarga dlm pandangan Islam memiliki nilai yg tdk kecil. Bahkan Islam menaruh perhatian besar terhadap kehidupan keluarga dgn meletakkan kaidah-kaidah yg arif guna memelihara kehidupan keluarga dari ketidakharmonisan dan kehancuran. Kenapa demikian besar perhatian Islam? Karena tdk dapat dipungkiri bahwa keluarga adl batu bata pertama utk membangun istana masyarakat muslim dan merupakan madrasah iman yg diharapkan dapat mencetak generasi-generasi muslim yg mampu meninggikan kalimat Allah di muka bumi Bila pondasi ini kuat lurus agama dan akhlak anggota mk akan kuat pula masyarakat dan akan terwujud keamanan yg didambakan. Sebalik bila tercerai berai ikatan keluarga dan kerusakan meracuni anggota-anggota mk dampak terlihat pada masyarakat bagaimana kegoncangan melanda dan rapuh kekuatan sehingga tdk diperoleh rasa aman. Dengan keterangan di atas pahamlah kita kenapa musuh-musuh Allah dari kalangan syaitan jin dan manusia begitu berambisi utk menghancurkan kehidupan keluarga. Mereka bantu-membantu menyisipkan kebatilan ke dlm keluarga agar apa yg diharapkan Islam dari sebuah keluarga tdk terwujud. Dan sangat disesalkan ibarat gayung bersambut kebatilan itu banyak diserap oleh keluarga muslim. Akibat tatanan rumah tangga hancur dan dampak masyarakat diantar ke bibir jurang kehancuran. Naudzubillah min dzalik!! Kita berlindung kepada Allah dari yg demikian Jauh sebelum Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah memperingatkan kita akan makar iblis terhadap anak Adam. Bagaimana iblis begitu bergembira bila anak buah dapat menghancurkan sebuah keluarga memutuskan hubungan antara suami dgn istri sebagai dua tonggak dlm kehidupan keluarga. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : “Sesungguh Iblis meletakkan singgasana di atas air kemudian ia mengirim tentara-tentaranya. mk yg paling dekat di antara mereka dgn iblis adl yg paling besar fitnah yg ditimbulkannya. Datang salah seorang dari mereka seraya berkata: Aku telah melakukan ini dan itu. mk Iblis menjawab: “Engkau belum melakukan apa-apa”. Lalu datang yg lain seraya berkata: “Tidaklah aku meninggalkan dia hingga aku berhasil memisahkan dia dgn istrinya”. mk Iblis pun mendekatkan anak buah tersebut dgn diri dan memuji dgn berkata: “Ya engkaulah”. Dalam Syarah Shahih Muslim berkata Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan hadits di atas bahwa Iblis bermarkas di lautan dan dari situlah ia mengirim tentara-tentara ke penjuru bumi. Iblis memuji anak buah yg berhasil memisahkan antara suami dgn istri krn kagum dgn apa yg dilakukan dan ia dapat mencapai puncak tujuan yg dikehendaki iblis. Sebegitu kuat ambisi iblis dan para syaitan sebagai tentara utk menghancurkan kehidupan keluarga hingga mereka bersedia membantu syaitan dari kalangan manusia utk mengerjakan sihir yg dapat memisahkan suami dgn istrinya. Allah Ta`ala berfirman menyebutkan ihwal orang–orang Yahudi yg biasa melakukan pekerjaan kufur ini guna memisahkan pasangan suami istri: “orang2 Yahudi itu mengikuti apa yg dibacakan para syaitan pada masa kerajaan Nabi Sulaiman padahal Sulaiman tidaklah kafir namun syaitan- syaitan itulah yg kafir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yg diturunkan kepada dua malaikat di Babil yaitu Harut dan Marut sedang kedua tdk mengajarkan sesuatu kepada seorangpun sebelum kedua mengatakan: “Kami hanyalah ujian bagimu mk janganlah engkau kufur dgn belajar sihir”. Maka mereka mempelajari sihir dari kedua yg dgn sihir tersebut mereka bisa memisahkan antara suami dgn istrinya” Kita berlindung kepada Allah ta`ala dari kejahatan sihir dan pelakunya! Pembaca yg semoga dirahmati Allah ta`ala ketahuilah suatu keluarga baru memiliki nilai lbh bila bangunan keluarga itu ditegakkan di atas dasar takwa kepada Allah Ta`ala. Untuk kepentingan ini perlu dipersiapkan anggota keluarga yg shalih tentu dimulai dari pasangan suami istri. Seorang pria ketika akan menikah hendak mempersiapkan diri dan melihat kemampuan dirinya. Dia harus membekali diri dgn ilmu agama agar dapat memfungsikan diri sebagai qawwam yg baik dlm rumah tangga Karena Allah Ta`ala telah menetapkan: “Kaum pria itu adl pemimpin atas kaum wanita disebabkan Allah telah melebihkan sebagian mereka di atas sebagian yg lain dan krn kaum pria telah membelanjakan harta-harta mereka utk menghidupi wanita”. Hendak seorang pria menjatuhkan pilihan hidup kepada wanita yg shalihah krn demikian yg dituntunkan oleh Nabi kita yg mulia Muhammad shallallahu alaihi wasallam Beliau Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda tentang kelebihan wanita yg shalihah: “Dunia itu adl perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adl wanita shalihah “. “Ada empat perkara yg termasuk dari kebahagiaan: istri yg shalihah tempat tinggal yg luas tetangga yg shalih dan tunggangan yg nyaman. Dan ada empat perkara yg termasuk dari kesengsaraan: tetangga yg jelek istri yg jelek tunggangan yg jelek dan tempat tinggal yg sempit”. Beliau Shallallahu ‘alaihi Wasallam mengabarkan: “Wanita itu dinikahi krn empat perkara yaitu krn harta kedudukan kecantikan dan agamanya. mk pilihlah wanita yg memiliki agama taribat yadaak “. Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa yg benar tentang makna hadits di atas adl Nabi shallallahu alaihi wasallam mengabarkan tentang kebiasaan yg dilakukan manusia. Mereka ketika hendak menikah memilih wanita dgn melihat empat perkara tersebut dan mereka mengakhirkan pertimbangan agama si wanita . mk hendaklah engkau wahai orang yg meminta bimbingan memilih wanita yg baik agamanya. Imam Nawawi melanjutkan: “Dalam hadits ini ada hasungan utk bergaul/berteman dgn orang yg memiliki agama baik dlm segala sesuatu krn berteman dgn mereka bisa mengambil faedah dari akhlak mereka barakah mereka dan baik jalan hidup mereka di samping itu kita aman dari kerusakan yg ditimbulkan mereka”. Masalah agama ini juga harus menjadi pertimbangan seorang wanita ketika ia memutuskan utk menerima pinangan seorang pria krn pria yg shalih ini bila mencintai istri mk ia akan memuliakan namun bila ia tdk mencintai istri mk ia tdk akan menghinakannya. Dan hal ini harus menjadi perhatian wali si wanita krn Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : “Apabila datang kepada kalian orang yg kalian ridla agama dan akhlak mk nikahkanlah laki2 itu kalau tdk kalian lakukan hal tersebut niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan terjadi kerusakan yg merata”. Di antara yg dijadikan Islam sebagai tujuan berumah tangga dan dibentuk sebuah keluarga adl utk memperbanyak umat Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Karena itu ketika datang seorang pria menghadap beliau dan mengatakan : “Aku mendapatkan seorang wanita yg memiliki kecantikan dan keturunan namun ia tdk dapat melahirkan apakah boleh aku menikahi ?” Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjawab: “Jangan menikahinya”. Kemudian pria tadi datang menghadap Nabi utk kedua kali dan mengutarakan keinginan utk menikahi wanita tersebut namun beliau melarangnya. Kemudian ia datang lagi utk ketiga kali mk beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda : “Nikahilah oleh kalian wanita yg penyayang lagi subur krn aku akan berbangga-bangga dgn banyak kalian di hadapan umat-umat yg lain”. Bila tiap muslim memperhatikan dan melaksanakan dgn baik apa yg ditetapkan dan digariskan oleh syariat agama niscaya ia akan mendapatkan kelurusan dan ketenangan dlm hidup termasuk dlm kehidupan berkeluarga. Dan dia benar-benar dapat merasakan tanda kekuasaan Allah ta`ala sebagaimana dlm firman-Nya; “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya Dia menciptakan utk kalian pasangan-pasangan kalian dari diri-diri kalian sendiri agar kalian merasa tenang dgn keberadaaan mereka dan Dia menjadikan di antara kalian rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguh pada yg demikian itu benar-benar terdapat tanda –tanda bagi kaum yg mau berfikir”. Wallahu ta`ala a`lam bishawwab. (ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al-Atsariyyah dalam http://asysyariah.com/keluarga-dalam-pandangan-islam/).



KESIMPULAN :

setelah kita mengetahui apa itu keluarga daripandangan-pandangan diatas, dapat kita ketahui dengan pasti jika secara garis besar makna dari keluarga menurut ahli ataupun menurut pandangan Agama tidaklah bertolak belakang.
Pembahasan berikutnya : Perbedaan Pendapat Yang Mungkin Sering Terjadi dalam Rumah Tangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar